Apresiasi… Eksplorasi… Edukasi…

Author Archive

Certified


IMG_5109erCertified atau tersertifikasi merupakan pengakuan mutu suatu lembaga/organisasi. Sebagai sebuah media pengakuan mutu, sertifikat diperoleh melalui serangkaian proses guna meyakinkan standar output yang dihasilkan.

Merespon berbagai saran dan kritikan dari tamu-tamu kami, beberapa waktu lalu segenap pengurus dan anggota Dewi Kadjar mengadakan pelatihan sendiri (in house training) bagi pemandu wisata. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang pernah kami ikuti dari suatu lembaga (pemerintah), materi dan tutor pelatihan ini kami tentukan sendiri disesuaikan dengan kebutuhan.

(more…)


Tanggap Warso (Ceppi Punya Gawe)


IMG_5739r-tileTanggap warso atau ulang tahun merupakan tanggal yang diperingati sebagai hari lahir. Masyarakat berbagai bangsa biasa merayakan hari ulang tahun dengan caranya masing-masing, yang umum terjadi adalah tiup lilin dan potong kue tart. Pada masyarakat Jawa (Desa) ulang tahun ditandai dengan potong tumpeng.

Tanggal 1 September 2013 kemarin Kampoeng Sedjarah Kelor menyambut Ceppi yang merayakan ulang tahunnya yang ke sepuluh. Ceppi merupakan putra pertama pasangan ………. (Bakpia Java Yogyakarta). Tajuk acara Ceppi punya gawe melibatkan teman-teman sekolah, guru-guru dan wali murid SD Marsudi Rini tempat Ceppi bersekolah. Acara yang dikawal EO Semut Hitam berlangsung meriah sejak awal hingga akhir. (more…)


Pager Piring


IMG_5529erFungsi utama pagar adalah sebagai alat untuk mengamankan ‘harta’. Sebagai alat pengaman, pagar harus memiliki kekuatan untuk mengamankan isi di dalamnya. Ada bermacam pagar yang dipandang cukup kuat, salah satunya adalah pagar besi. Akan tetapi bagi masyarakat desa, kekuatan pagar besi ternyata masih kalah kuat dibandingkan dengan pagar piring.

Masyarakat desa mengenal sanepo (pepatah) ‘pager piring luwih kuat tinimbang pager wesi’ (pagar piring lebih kuat daripada pagar besi). Namanya juga pepatah, tentu tak dapat diartikan secara harfiah – mana mungkin piring akan kuat dijadikan pagar? Sanepo tersebut bermakna sebagai berbagi makanan yang dimiliki sebuah keluarga kepada tetangganya. Dengan demikian, tetangga akan merasa ikut memiliki ‘harta’ keluarga pemberi dan ikut mengamankannya.

Mengaplikasikan sanepo tersebut, Sabtu 27 Juli 2013 Dewi Kadjar membagikan bingkisan lebaran 1434 H. kepada seluruh warga. Selain untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1434 H., bingkisan tersebut merupakan media untuk mempertahankan rasa persatuan sesama warga Kelor. Sudahkah kita membuat pager piring? Atau justru kita memagari ‘harta’ kita dengan pagar besi?

 ~!@#$%^&*()_+


Uler Srengéngé


IMG_4445crrUler Srengéngé (ulat matahari) biasanya dapat ditemukan di daun-daun. Seperti ulat  berbulu lainnya, bulu yang dimilikinya merupakan alat untuk mempertahankan diri. Apabila terkena bulu ulat, reaksi yang terjadi adalah kulit terasa gatal. Reaksi kulit akan berbeda jika terkena bulu ulat uler srengéngé, kulit akan terasa panas seperti terbakar.

Kata orang, kalau terkena bulu ulat secara sengaja maka tidak akan terasa sakit. Ini informasi yang salah. Ulat bulu sebenarnya punya 2 jenis bulu. Di bagian luar adalah bulu yang halus tak beracun. Di balik bulu halus tersebut terdapat bulu lain yang lebih kaku dan beracun. Ketika kita tak sengaja menyentuhnya, pasti tekanannya sampai ke bulu bagian dalam. Dan ulat tersebut akan menggunakan bulu (bagian dalam yang kaku) untuk mempertahankan diri. Ketika kita dengan sengaja menyentuhnya, pasti hanya pada bulu lapisan luar.

(more…)


Udan Salah Mongso


Ketika mendengar kata udan salah mongso (hujan salah musim) jangan ditafsirkan sebagai sikap menyalahkan Tuhan. Karena kalaupun ada udan salah mongso, sungai kami (Bedog) menjadi lebih menantang untuk dijelajahi…

Udan salah mongso hanyalah ungkapan untuk menyebut hujan yang tidak semestinya turun pada saat tersebut. Sebenarnya ada banyak mongso bagi orang desa. Mongso selalu dikaitkan dengan siklus alam yang perlu diadaptasi untuk bercocok tanam dll.

(more…)


Ngedus Jaran


IMG_4161rNgedus jaran adalah sebutan untuk ritual memandikan kuda lumping. Ritual tersebut biasa dilakukan menjelang pementasan. Ritual biasanya dilakukan di sebuah Belik (mata air) atau Tempuran (pertemuan 2 anak sungai). Kelompok kesenian jathilan Sekar Manunggal biasa melakukannya di belik Cuwo – sebuah mata air di sungai Bedog.

Sebenarnya, ritual seperti ini tak hanya dilakukan kelompok seniman kuda lumping. Kelompok kesenian lain yang melibatkan ‘dunia lain’ hampir semua melakukan ritual yang sama.

Prosesi ritual yang dilakukan adalah merapal mantra – memandikan kuda lumping – bersemedi. Dalam ritual tersebut juga disiapkan berbagai macam uborampe seperti kemenyan, kembang dan minyak wangi. Sarana ini diperlukan untuk ‘mengundang mereka’ datang dan ikut ‘tampil dalam pentas’. Adapun maksud ngedus jaran adalah ‘mereka’ tampil dalam keadaan segar bugar dan ‘bermain dengan totalitas’.

Jadi sebaiknya tak terburu-buru menghakimi ngedus jaran sebagai perbuatan syirik. Penjelasan sederhana atas maksud melakukan ritual ini, cukup untuk memahami pandangan mereka tentang ‘dunia lain’. Pandangan sederhana hanya dapat dipahami dengan cara berpikir sederhana: bukankah totalitas sebenarnya juga diperlukan dalam melakukan apapun (tak terkecuali pementasan jathilan)?

~!@#$%^&*()_+


Koes Plus-an 7 Tahun dewikadjar


IMG_4084-horzrTujuh tahun usia dewikadjar sebenarnya telah lewat dua minggu yll. Akan tetapi perayaan ulang tahun baru dilakukan tanggal 11 dan 12 Mei 2013. Perayaan sengaja tidak bertepatan dengan hari ulang tahun karena ujian anak-anak sekolah.

Acara ulang tahun dimeriahkan bersama Yoben Plus – sebuah band yang beranggotakan Tri, Nonot, Yono dan Fandi. Band ini khusus menyanyikan lagu-lagu Koes Plus. Selama dua jam Yoben Plus menghibur penonton (warga kami sendiri) – mohon maaf kalau harus berbagi waktu dengan penampil lain.  Kami puas dengan penampilanmu, hanya saja kami tak ekspresif…maklumlah wong ndeso.

Untuk wilayah Yogyakarta, sebenarnya Yoben Plus cukup eksis dan telah memiliki fans tersendiri. Sayang, fans mereka tak bisa datang meramaikan acara…aahhh…’Andaikan Kau Datang’ . Durasi pementasan yang hanya 2 jam dirasa belum cukup memuaskan perjalanan yang ditempuh. Tak apalah kali ini berbagi, kesempatan mendatang semoga dapat kami lunasi….. Kalaupun anda  tak sabar, besok Rabu 15 Mei 2013 malam mereka pentas di Taman Pelangi Monjali. Salam.

~!@#$%^&*()_+


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.