Apresiasi… Eksplorasi… Edukasi…

Author Archive

Ngluruk


CIMG3098rNgluruk dalam bahasa keseharian berarti bertandang. Ketika konteks pembicaraannya adalah olah raga, ngluruk berarti bertanding di tempat lawan.

Kata yang sama dapat berarti negatif kalau konteks pembicaraannya adalah perselisihan/perkelahian. Ngluruk berarti mendatangi lawan untuk ‘menyelesaikan’ perselisihan dengan cara ‘kekerasan’.

Ngluruk yang kami lakukan pada hari Minggu 17 November 2013 tidak dalam konteks keduanya. Tak ada pertandingan yang kami lakukan ataupun lawan yang kami hadapi. Ngluruk kali ini justru merupakan variasi baru bentuk kerjasama yang kami lakukan dengan biro perjalanan wisata (Grand Java, Purwokerto).

(more…)


Sedikit Bicara, Banyak Kerja


IMG_5985crBelajar tak melulu hanya dilakukan di sekolah. Kita bisa belajar di manapun, kapanpun – tak terkecuali dari rutinitas yang dilakukan. Sadar atau tidak, aktivitas berulang akan memberikan pelajaran bagi pelakunya untuk bertindak secara efisien.

Hal itu agak berbeda dengan aktivitas yang dilakukan secara berkelompok. Keinginan untuk bertindak secara efisien bagi seseorang bisa jadi kontra produktif bagi anggota kelompok yang lain.

(more…)


Dingkel


IMG_5941erDingkel adalah sebutan untuk tungku dalam bahasa jawa, kegunaannya untuk memasak. Fungsi dingkel adalah untuk menjaga api agar tetap menyala.

Awalnya dingkel dibuat dari tanah liat dengan berbagai ukuran dan model. Seiring perkembangan jaman dan sulitnya memperoleh bahan baku yang berkualitas, dingkel sekarang dibuat dengan cetakan semen.

Model dingkel masih sama sejak dahulu sampai sekarang, yaitu model 1 (satu) lobang, 2 (dua) lobang dan 3 (tiga) lobang. Keunggulan dingkel berlobang 2 atau 3 adalah panas yang dapat dimanfaatkan untuk panci memasak yang lain. Dengan demikian, memasak dapat dilakukan secara paralel.

Memasak dengan dingkel hampir bisa dipastikan menggunakan kayu bakar. Berbeda dengan bahan bakar sekam/briket batu bara, memasak dengan kayu bakar agak direpotkan dengan nyala api yang kurang stabil. Sesekali harus ditiup dengan semprong (potongan bambu) agar api tetap menyala.

Bagi penggemar kuliner, mengkonsumsi masakan yang diolah dengan dingkel dan kayu bakar justru memiliki eksotisme tersendiri. Jika peka, ada sedikit rasa sangit yang menyertai rasa masakan. Eksotisme ala desa itulah yang kami tawarkan melalui dapur umum.

~!@#$%^&*()_+


Certified


IMG_5109erCertified atau tersertifikasi merupakan pengakuan mutu suatu lembaga/organisasi. Sebagai sebuah media pengakuan mutu, sertifikat diperoleh melalui serangkaian proses guna meyakinkan standar output yang dihasilkan.

Merespon berbagai saran dan kritikan dari tamu-tamu kami, beberapa waktu lalu segenap pengurus dan anggota Dewi Kadjar mengadakan pelatihan sendiri (in house training) bagi pemandu wisata. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang pernah kami ikuti dari suatu lembaga (pemerintah), materi dan tutor pelatihan ini kami tentukan sendiri disesuaikan dengan kebutuhan.

(more…)


Tanggap Warso (Ceppi Punya Gawe)


IMG_5739r-tileTanggap warso atau ulang tahun merupakan tanggal yang diperingati sebagai hari lahir. Masyarakat berbagai bangsa biasa merayakan hari ulang tahun dengan caranya masing-masing, yang umum terjadi adalah tiup lilin dan potong kue tart. Pada masyarakat Jawa (Desa) ulang tahun ditandai dengan potong tumpeng.

Tanggal 1 September 2013 kemarin Kampoeng Sedjarah Kelor menyambut Ceppi yang merayakan ulang tahunnya yang ke sepuluh. Ceppi merupakan putra pertama pasangan ………. (Bakpia Java Yogyakarta). Tajuk acara Ceppi punya gawe melibatkan teman-teman sekolah, guru-guru dan wali murid SD Marsudi Rini tempat Ceppi bersekolah. Acara yang dikawal EO Semut Hitam berlangsung meriah sejak awal hingga akhir. (more…)


Pager Piring


IMG_5529erFungsi utama pagar adalah sebagai alat untuk mengamankan ‘harta’. Sebagai alat pengaman, pagar harus memiliki kekuatan untuk mengamankan isi di dalamnya. Ada bermacam pagar yang dipandang cukup kuat, salah satunya adalah pagar besi. Akan tetapi bagi masyarakat desa, kekuatan pagar besi ternyata masih kalah kuat dibandingkan dengan pagar piring.

Masyarakat desa mengenal sanepo (pepatah) ‘pager piring luwih kuat tinimbang pager wesi’ (pagar piring lebih kuat daripada pagar besi). Namanya juga pepatah, tentu tak dapat diartikan secara harfiah – mana mungkin piring akan kuat dijadikan pagar? Sanepo tersebut bermakna sebagai berbagi makanan yang dimiliki sebuah keluarga kepada tetangganya. Dengan demikian, tetangga akan merasa ikut memiliki ‘harta’ keluarga pemberi dan ikut mengamankannya.

Mengaplikasikan sanepo tersebut, Sabtu 27 Juli 2013 Dewi Kadjar membagikan bingkisan lebaran 1434 H. kepada seluruh warga. Selain untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1434 H., bingkisan tersebut merupakan media untuk mempertahankan rasa persatuan sesama warga Kelor. Sudahkah kita membuat pager piring? Atau justru kita memagari ‘harta’ kita dengan pagar besi?

 ~!@#$%^&*()_+


Uler Srengéngé


IMG_4445crrUler Srengéngé (ulat matahari) biasanya dapat ditemukan di daun-daun. Seperti ulat  berbulu lainnya, bulu yang dimilikinya merupakan alat untuk mempertahankan diri. Apabila terkena bulu ulat, reaksi yang terjadi adalah kulit terasa gatal. Reaksi kulit akan berbeda jika terkena bulu ulat uler srengéngé, kulit akan terasa panas seperti terbakar.

Kata orang, kalau terkena bulu ulat secara sengaja maka tidak akan terasa sakit. Ini informasi yang salah. Ulat bulu sebenarnya punya 2 jenis bulu. Di bagian luar adalah bulu yang halus tak beracun. Di balik bulu halus tersebut terdapat bulu lain yang lebih kaku dan beracun. Ketika kita tak sengaja menyentuhnya, pasti tekanannya sampai ke bulu bagian dalam. Dan ulat tersebut akan menggunakan bulu (bagian dalam yang kaku) untuk mempertahankan diri. Ketika kita dengan sengaja menyentuhnya, pasti hanya pada bulu lapisan luar.

(more…)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,420 other followers