Strong Woman at Kelor


Friday night, Metro TV broadcast the Kick Andy with the theme ” Against fate at the end of “. This is the inspiring story of the grandmother who survived against fate with self-reliance and hard work at the old age. A broadcast that is (should be) inspires the spirit of young people to keep fighting. Here are their data, including one that is not visited Kick Andy.

  1. Mbah redjo, from Bantul, 75 years old, he worked as a craftsman and traditional toy seller, everyday he walks 10 km, earning Rp. 30.000-Rp. 50.000 every day.
  2. Mbah Klimah from Temanggung , 90 years old. since young, he was working as stone crushers from morning to evening, earning Rp 60.000 – Rp 80.000 every two weeks
  3. Mbah Dasi , from Solo, 75 years old. She was working as a Liwet Rice Solo, working from morning auntil late afternoon. The income is Rp 600.000 avery day
  4. Mbah Enik from Purwakarta, as a tile maker with an income Rp 20.000 avery day
  5. Mak Ida from Tangerang, a peanut peeler.
  6. This number is unofficial ( not covered by The host Kick Andy): Mbah Ali from Kelor Turi Sleman Yogyakarta, 80 years old as a seller (everything especially agricultural products). Every day, he walk for 3 km while carrying the merchandise with 10 kg weight. A while ago, he took the ride public and asleep. When he woke, he walk back for 5 km. The income is Rp 10.000- Rp 15.000 every day.

====================================

Wanita Perkasa di Kelor

 

Jum’at malam Metro TV menayangkan Kick Andy dengan thema “Melawan nasib di ujung senja”. Inilah  kisah penuh inspirasi  dari para  nenek yang  bertahan melawan  nasib dengan  kemandirian  dan kerja keras  di  usianya  menjelang senja. Sebuah tayangan yang (mestinya) menggugah semangat anak muda untuk terus berjuang. Berikut adalah data mereka…termasuk salah satu yang tidak dikunjungi Kick Andy.

  1. mbah Redjo dari Bantul , usia 75 tahun, 40 tahun lebih sebagai perajin dan penjual mainan tradisional, menempuh perjalanan 10 km dengan berjalan kaki,  penghasilan Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari.
  2. mbah Klimah dari Temanggung, usia (hampir) 90 tahun, sejak muda sebagai pemecah batu dari pagi hingga sore (diselingi istirahat makan siang), penghasilan Rp 60.000 – Rp 80.000 per 2 (dua) minggu.
  3. mbah Dasi dari Solo, usia 75 tahun, 35 tahun sebagai penjual nasi liwet solo, bekerja sejak dini hari hingga menjelang siang, penghasilan kotor Rp 600.000 per hari.
  4. mak Enik dari Purwakarta, sebagai buruh pembuat genteng dengan penghasilan Rp 20.000 per hari.
  5. mak Ida dari Tangerang, sebagai pengupas kacang.
  6. khusus nomor ini unofficial (tidak diliput host Kick Andy): mbah Ali dari Kelor Turi Sleman Yogyakarta, usia 80 tahun, sebagai pedagang (apapun, terutama hasil bumi), Setiap hari berjalan kaki sejauh 3 km sambil menggendong barang dagangan dengan bobot 10an kg. Suatu ketika pernah keterusan naik angkutan umum karena tertidur. Ketika terbangun, ia turun dan balik berjalan kaki kurang lebih 5km – jiwa bisnisnya mengharuskannya begitu. penghasilan Rp 10.000 – Rp 15.000 per hari.

mbah Ali sedang melayani pembeli salak di Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor.

Advertisements

2 thoughts on “Strong Woman at Kelor

  1. Ya Allah…
    sebenarnya (read: seharusnya) memang menggugah semangat anak2 muda untuk terus berjuang.

    Begitu pula di daerah saya tinggal dulu (wonosobo), setiap pagi (subuh) para wanita juga berjalan kaki sekian kilometer (turun gunung -sumbing-) dengan membawa hasil bumi dari sawahnya untuk dijual ke pasar. pulangnya pun kembali berjalan kaki (naik gunung)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s