Sompil: Main Menu of Eid 2010


A long time ago we got the questions from guests who have been to our village “what is the menu for Eid’s tomorrow? Based on our commitment, we want to give the best service , we inform that to celebrate Eid 2010 already prepared a special menu that is called sompil. Hopefully, the special menu can provide additional value to our visitors in the tourist village to celebrate Eid with family.

Once upon a time, the menu is inspired when one of our citizens visited his grandmother at Klaten, Central of Java. After tasting the menu, it should be introduce the menu as one of the best culinary in Indonesia. There are several reasons that support this thing:

  1. The main ingredient is rice, which is the main food of Indonesia
  2. Using a natural wrapper (bamboo leaf), an innovation other than Banana leaf and coconut
  3. The shape of the packaging is triangle and the way how to wrapping up is artistic
  4. Does not contain preservatives, which mean good for health
  5. As an alternative Eid menu that identically with ketupat
  6. Can be used as a media to encourage the guest to appreciate the flora in our country
  7. Matching with our tourist village motto ‘appreciation, exploration, education

The function of sompil is same with ketupat and chicken opor. The difference is sompil ate with sambal goreng tahu aand tholo as a vegetable. As a final touch, the menu then sprinkled with soy powder that is mixed with various seasoning. The soybean powder will give the sensation of slightly spicy on the tongue.

How to cook is boiled for 3-5 hours. While boil the sompil, it can be done with ketupat in the same time. The unique thing of sompil is the covering that its covered by bamboo leaf or wulung. It will seem exotic and feel the atmosphere of village with voice of bambbo creak in the wind.

Remembering the bamboo plants can be found in almost all parts of Indonesia, it is not known for sure where the food from, who is the initiators  and when the ‘eureka’ is. Probably it came from Yogyakarta or Central Java because of the savory taste is identical with the tongue of Yogyakarta or Central Java. It is sure when sompil is in our mouth, it will feel soft and delicious, possibly because of bamboos leaves as a wrapper. The small size of sompil is match for Eid menu.

Are you curious? Please visit our tourist village and enjoy the natural view of  salak  farm.

For note, please understand that we serve guests on the third day of Eid (Eid’s holiday for 2 days). The tradition of Eid is visit each other between friends, neighbors and family is must to do in Eid day. Final words ” All residents of Village Tourism Kampoeng Sedjarah Kelor say Happy fasting to all business partners, guests, and customers.

================================

Sompil: Menu Andalan Lebaran 2010

Beberapa waktu lalu kami mendapat pertanyaan dari beberapa tamu yang pernah berkunjung ke desa kami “apa menu lebaran besok?” Terdorong komitmen kami untuk memberikan layanan yang memuaskan, kami informasikan bahwa menyambut lebaran 2010 telah disiapkan menu khusus yaitu sompil. Semoga menu khusus tersebut dapat memberikan nilai tambah kepada pengunjung desa wisata kami dalam merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta.

Alkisah, menu tersebut terinspirasi ketika salah seorang warga kami mengunjungi neneknya di Klaten Jawa Tengah. Setelah mencicipi menu lebaran beliau, wajib rasanya untuk mengenalkan menu tersebut sebagai salah satu kekayaan kuliner nusantara. Ada beberapa alasan yang menguatkan hal ini:

  1. Bahan utamanya adalah beras, yang merupakan makanan pokok bangsa Indonesia,
  2. Menggunakan pembungkus alami (daun bambu) – sebuah inovasi selain daun pisang dan janur,
  3. Bentuk kemasannya segi tiga – cara membungkus yang artistik,
  4. Tidak mengandung bahan pengawet, yang berarti tidak membahayakan kesehatan.
  5. Sebagai alternatif menu lebaran yang identik dengan ketupat,
  6. Dapat digunakan sebagai media untuk mengajak tamu mengapresiasi – kekayaan flora negara kita,
  7. Matching dengan motto desa wisata kami “apresiasi, eksplorasi dan edukasi”.

Fungsi sompil sama dengan ketupat dengan lauk opor ayam. Bedanya, sompil dinikmati bersama dengan sambal goreng tahu & tholo sebagai sayur. Sebagai sentuhan akhir, menu tersebut kemudian ditaburi dengan bubuk kedelai yang sudah dicampur dengan aneka bumbu. Bubuk kedelai tersebut akan memberikan sensasi rasa gurih dan sedikit pedas di lidah.

Cara memasaknya dengan direbus selama 3 – 5 jam agar awet.  Hal ini dapat dilakukan bersamaan dengan ketupat. Keunikan sompil adalah pada pembungkusnya yang menggunakan daun bambu apus/wulung. Ketika disajikan bersama dengan pembungkusnya akan terasa eksotis – terbayang suasana pedesaan dengan suara derit bambu yang tertiup angin.

Mengingat tanaman bambu dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia, tidak diketahui secara pasti dari mana asal makanan tersebut, siapakah inisiatornya, atau kapan ‘eureka’nya. Kemungkinan berasal dari Jogja/Jawa Tengah – karena rasa gurih identik dengan lidah orang Jogja/Jawa Tengah. Yang pasti, ketika di mulut sompil akan terasa lembut dan kesat – mungkin karena penggunaan daun bambu sebagai pembungkus. Ukurannya yang mungil, terasa sangat pas sebagai porsi lebaran (tidak akan kekenyangan).

Anda penasaran? Silakan berkunjung ke desa wisata kami dan nikmati menu tersebut sambil menikmati pemandangan alam berupa hamparan kebun salak.

Sekedar catatan mohon kiranya dimaklumi, kami melayani tamu pada hari lebaran ketiga (libur lebaran selama 2 hari). Tradisi pedesaan untuk saling mengunjungi antar teman, kerabat dan tetangga mengharuskan hal tersebut. Akhir kata “Segenap warga Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh mitra kerja dan tamu/pelanggan yang terhormat. Semoga ibadah puasa kali ini lebih sempurna dari puasa yang telah lalu dan mendapatkan ridhoNya sehingga hati kita kembali fitri”.

Advertisements

2 thoughts on “Sompil: Main Menu of Eid 2010

  1. Hmmm…ide desa wisatanya dan khusus menu makanan yg ditawarkan sangat lezat (local creativity)…mudah2an bisa kesana mampir pas mudik nanti :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s