Mlaku-Mlaku Pitulasan


Mlaku is a Javanese word that means the road (verb), then mlaku-mlaku mean streets. In the Java language idiom can also be interpreted as a way of relaxing. While pitulasan is the Javanese term to designate August 17 as the day of independence.

Indonesia beloved commemorating independence precisely on August 17, 2010 the citizens of the goddess kadjar do a leisurely stroll entitled mlaku-mlaku pitulasan. Take a distance of approximately 2.5 km around the village.

A similar event has been carried out for the third time. As ever done, so that event-mlaku pitulasan mlaku has the meaning unorganic participants are required to collect garbage along the way. After reaching the finish line, the event continued door prize. A packed simple is followed childern until governess.

On the way there are teased by calling us as scavengers. We ignored their teasing, in fact, any participants to this event more than the previous year. We also understood this because they probably do not know that every event is executed, there is a mission importance, namely:

  1. Socialization to the community of the importance of environmental awareness.
  2. Give examples of environmental care attitude with concrete actions.
  3. Lessons for children.
  4. Enliven anniversary of independence.

Anyone want to come? Wait for the next year, okay!

===============================================

Kata mlaku merupakan bahasa jawa yang berarti jalan (kata kerja), maka mlaku-mlaku berarti jalan-jalan. Dalam idiom bahasa jawa dapat pula diartikan sebagai jalan santai. Sedangkan pitulasan adalah istilah orang jawa untuk menunjuk tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan.

Memperingati kemerdekaan Indonesia tercinta, tepat pada tanggal 17 Agustus 2010 lalu warga dewi kadjar melakukan jalan santai yang diberi tajuk mlaku-mlaku pitulasan. Menempuh jarak kurang lebih 2,5 km dengan berkeliling dusun.

Acara sejenis telah dilakukan untuk yang ketiga kalinya. Sebagaimana yang pernah dilakukan, agar acara mlaku-mlaku pitulasan ini memiliki makna maka peserta diwajibkan mengumpulkan sampah unorganic di sepanjang perjalanan. Setelah mencapai garis finish, acara dilanjutkan pembagian door prize. Acara yang dikemas sederhana tersebut diikuti anak-anak sampai lansia.

Dalam perjalanan ada saja yang meledek dengan menyebut kami sebagai pemulung. Kami tidak menghiraukan ledekan mereka, nyatanya setiap acara ini dilaksanakan pesertanya lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Kamipun maklum karena mungkin mereka belum tahu bahwa setiap acara ini dilaksanakan, ada misi pentingnya yaitu:

  1. Sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya kepedulian lingkungan.
  2. Memberikan contoh sikap peduli lingkungan dengan tindakan nyata.
  3. Pembelajaran untuk anak-anak.
  4. Memeriahkan HUT kemerdekaan.

Ada yang mau ikut? Tunggu tahun depan ya!

Advertisements

4 thoughts on “Mlaku-Mlaku Pitulasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s