Study in Kampoeng Batik


Monday, February 14, 2011, our delegation visited in kampoeng batik Kauman Solo – a village that has a lot of batik artisan. More properly called an artist because batik is a work devoted to art and culture.

We visited one of the batik workshop, namely batik Gunawan Setiawan. The address at Cakra Kauman Street Solo .In etherside Batik Gunawan Setiawan indeed many outlets scattered other batik. We chose Gunawan Setiawan based on our reference from a our cousin who informed that in these places provide educational travel packages in the form of learning batik.

Based on information from the travel guide, it takes approximately 2 hours to learn batik. Finally, we also registered our two delegations (child). An outline of the batik process is as follows:

  1. Design batik by making an image (pattern),
  2. Painting with malam (wax) by using canthing,
  3. Close the color you’d be left accordance with the basic color of the night,
  4. Treated surfaces that are not covered by the evening,
  5. Immersion in hot water to remove malam.

 

The seemingly simple process turned out to need extra care. Batik process was stopped because our delegation accidently simmering night until his feet blistered. We are grateful for the spirit of the extant did not dampen steps to continue the process of batik.

Two hours that we have passed and finished the work of batik. However, two hours is not enough time to explore the cultural treasures batik (each motif has a deep philosophy) … yet the cultural treasures of this nation. Indonesia is rich in art and cultural diversity. Each region has distinctive features of each. With such characteristics, it is necessary to explore Indonesia.

======================Studi Banding ke Kampoeng Batik========================

Senin 14 Februari 2011 lalu, delegasi kami mengunjungi kampoeng batik Kauman Solo – sebuah kampung yang memiliki banyak perajin (tepatnya seniman) batik. Lebih tepat disebut seniman karena membatik merupakan pekerjaan yang mengabdi pada seni dan budaya.
Kami mengunjungi salah satu workshop batik, yaitu batik Gunawan Setiawan. Alamatnya di Jalan Cakra Kauman Solo. Di kanan kiri gerai batik Gunawan Setiawan memang banyak bertebaran gerai batik lain. Kami memilih Gunawan Setiawan berdasar referensi kami dari sepupu yang menginformasikan bahwa di tempat tersebut menyediakan paket wisata edukatif berupa belajar membatik.

Berdasar informasi dari petugas, diperlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk belajar membatik. Akhirnya kamipun mendaftarkan kedua delegasi kami (anak-anak). Garis besar proses membatik adalah sbb:

  1. Mendesain batik dengan cara membuat gambar (pola),
  2. Melukis dengan malam (lilin) dengan menggunakan canthing,
  3. Menutup warna yang ingin dibiarkan sesuai warna dasar dengan malam,
  4. Pewarnaan permukaan yang tidak ditutup dengan malam,
  5. Pencelupan ke dalam air panas untuk menghilangkan malam.

Proses yang nampaknya sederhana tersebut ternyata perlu kehati-hatian ekstra. Proses membatik sempat terhenti karena delegasi kami terkena malam yang mendidih hingga kakinya melepuh. Kami bersyukur karena semangat yang masih ada tak menyurutkan langkah untuk meneruskan proses membatik.

Tak terasa, waktu 2 jam berlalu dan selesailah buah karya batik. Namun demikian, 2 jam bukanlah waktu yang cukup untuk menjelajahi khasanah budaya batik (setiap motif memiliki filosofi yang dalam)…belum khasanah budaya bangsa ini.

Indonesia memang kaya akan keragaman seni dan budaya. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Dengan ciri khas tersebut, maka menjelajahi Indonesia diperlukan waktu yang tidak sedikit. Pembaca yang budiman…selamat menjelajahi negeri bernama Indonesia…..

Advertisements

2 thoughts on “Study in Kampoeng Batik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s