At Village, Do not Be Afraid to stray!


June 26, 2011 ago, we received orders Jathilan art performances in Kulon Progo. Not all groups come together, but divided into several departures.Not everyone knows exactly about the addressee, the group that went past just rely on the information (incorrectly) that the address is Tireb, Jetisharjo, Dams, Kulonprogro. Just then, there was no street name, house number or the number of RT / RW. Guidelines are given only horse statue turn left. Unexpectedly, many intersections were encountered.

We also repeatedly asked for the address. As the villagers already knew how to find the address in the village, we only ask for the address on the back. After reaching Kulonprogro, we ask Bendungan sub-district, and Jetisharjo (turns right Ngestiharjo), and the last name of the Tireb (apparently true Turip).By adhering to the wrong address that finally we also arrive at the destination. It turned out that another group arriving at the destination from a different direction.

The same thing can be applied to search for our address. Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Find it from the district, and village, and hamlet final … definitely up. Welcome to visit … do not be afraid to get lost …

=========================di Desa, Jangan Takut Nyasar!========================

26 Juni 2011 lalu, kesenian Jathilan kami mendapat order pentas di Kulonprogo. Tidak seluruh rombongan datang secara bersamaan, tetapi terbagi dalam beberapa keberangkatan.

Namanya juga daerah asing (tidak semua orang tahu persis alamat yang dituju), rombongan yang berangkat belakangan hanya mengandalkan informasi (yang salah) bahwa alamatnya adalah Tireb, Jetisharjo, Bendungan, Kulonprogo. Hanya itu, tak ada nama jalan, nomor rumah ataupun nomor RT/RW. Pedoman yang diberikan hanya patung kuda belok kiri.

Dengan pedenya, rombongan yang datang belakangan mengikuti petunjuk arah yang diberikan. Tak dinyana, banyak persimpangan jalan yang ditemui. Kamipun berkali-kali menanyakan alamat yang dimaksud.

Sebagai orang desa yang sudah hafal bagaimana mencari alamat di desa, kami hanya menanyakan alamat tersebut dari belakang. Setelah sampai Kulonprogo, kami menanyakan kecamatan Bendungan, kemudian desa Jetisharjo (ternyata yang benar Ngestiharjo), dan terakhir nama dusun Tireb (ternyata yang benar dusun Turip).

Dengan berpegang pada alamat yang salah itu akhirnya kamipun sampai di tujuan. Ternyata rombongan lain sampai di tujuan dari arah yang berbeda-beda. Saat itu kami merasakan, keramahan warga desa pada umumnya. Dari jarak yang sangat jauhpun, kami dapat menemukan alamat yang dimaksud (bahkan dengan berpegang pada alamat yang salah!).

Hal yang sama juga dapat diterapkan untuk mencari alamat kami. Dusun Kelor, kelurahan Bangunkerto, kecamatan Turi, kabupaten Sleman, kota Yogyakarta. Biasa ditulis dengan Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Cari saja dari kecamatan, kemudian desa, dan terakhir dusunnya…pasti sampai. Selamat berkunjung…jangan takut kesasar…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s