All Out = Hangabehi ≠ Serabutan!


Each entered the month of fasting, a tourist attraction in Indonesia generally empty of visitors. No exception of History Kampoeng Kelor Tourism Village. While we remain open during the fasting month, but guests who have booked recorded only on 28 August 2011. This date is the last days of the month of Ramadan this time.

The month of fasting is a day that is heavy enough to perform strenuous activities. But instead used some young lonely visitors to improve existing facilities. When asked why choose a month of fasting? One of them replied: “If it is not the fasting month, when else? Only that our spare time!”

Some of the young man was none other young men who were known to be active in the Dewi Kadjar organization. From their answers and activities for the organization, it can be concluded that they were young men were all out.

All out can be interpreted as Hangabehi (vocabulary Java language that means everything). All out does not mean odd jobs, because the word connotes more work that is not clear. Their occupation do is very clear. These youths are thinkers once the implementing organization. At other times, they are a guide. Shortly, they are the ones who have the commitment. For our environment, they are a good example for the next generation ….

=========================================================================

Setiap memasuki bulan puasa, objek wisata di Indonesia umumnya sepi pengunjung. Tak terkecuali Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor. Meskipun kami tetap buka di bulan puasa, akan tetapi tamu yang telah memesan tercatat hanya tanggal 28 Agustus 2011. Tanggal tersebut merupakan hari-hari terakhir bulan ramadhan kali ini.

Bulan puasa merupakan hari-hari yang cukup berat untuk melakukan aktivitas berat. Akan tetapi justru sepinya pengunjung dimanfaatkan beberapa pemuda untuk memperbaiki sarana yang ada. Ketika ditanyakan mengapa memilih waktu bulan puasa? Salah satunya menjawab: “Kalau tidak bulan puasa, kapan lagi? Hanya itu waktu luang kita!”

Beberapa pemuda tersebut tak lain adalah pemuda-pemuda yang dikenal aktif dalam organisasi DewiKadjar. Dari jawaban dan aktivitas yang mereka lakukan untuk organisasi, dapat disimpulkan bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang all out.

All out dapat diartikan sebagai hangabehi (plesetan kosa kata bahasa jawa yang maksudnya semuanya). All out bukan berarti serabutan, karena kata tersebut lebih berkonotasi pada pekerjaan yang tidak jelas. Pekerjaan yang mereka lakukan sangat jelas. Pemuda-pemuda tersebut adalah pemikir sekaligus pelaksana organisasi. Pada saat yang lain, mereka adalah pemandu tamu. Singkat kata, mereka adalah orang-orang yang memiliki komitmen. Bagi lingkungan kami, mereka adalah contoh baik untuk generasi berikutnya….

 ~!@#$%^&*()_+

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s