Mengapa Pintu Rumah Orang Jawa Rendah?


Dua hari tinggal di desa Kelor, ternyata belum diadaptasi dengan baik oleh tamu kami dari Victoria Secondary School. Beberapa tamu masih saja kepalanya terantuk rangka pintu yang rendah di ruang pertemuan.

Ruang pertemuan tersebut memang didapat dari seorang warga. Pada bagian-bagian tertentu dari ruang pertemuan mengadaptasi arsitektur jawa, seperti 4 pilar penyangga dan…rangka pintu yang rendah. Dengan arsitektur tersebut, tak heran jika tamu kami (khususnya dari luar jawa/luar negeri) kepalanya sering terantuk rangka pintu. Akan tetapi pernahkah kita berpikir mengapa rangka pintu tersebut dibuat rendah?

Jawabanpun kami dapat dari tour guide tamu Victoria Secondary School, namanya mas Yos. Mas Yos telah lama menjalani profesi sebagai tour guide. Dalam sebuah kunjungan beliau mendapatkan jawaban pertanyaan tersebut. Tanpa disadarinya, ketika dia ceritakan hal tersebut dia telah memberikan pelajaran berharga kepada kami.

Ternyata, rangka pintu rumah orang jawa dibuat rendah dengan maksud supaya orang yang hendak memasuki rumah tersebut menundukkan diri. Sikap tersebut merupakan ekspresi bentuk respect terhadap si empunya rumah. Dengan adanya respect, hubungan inter personal antara tamu dengan tuan rumahpun akan terjalin lebih erat. Dan rangka pintu yang rendah merupakan desain yang memaksa siapapun untuk respect pada sesama dengan cara memberikan keteladanan. Sebuah keteladanan adalah lebih baik daripada seribu nasehat.

Wewarah (pelajaran) orang jawa memang hanya disampaikan melalui simbol-simbol dan contoh. Para tetua (orang jawa) jarang memberikan wewarah secara langsung, tak terkecuali di Kelor. Terhadap para sesepuh, kita sebagai generasi muda yang harus proaktif menggali nilai-nilai luhur dibalik simbol-simbol tersebut…

~!@#$%^&*()_+

Advertisements

One thought on “Mengapa Pintu Rumah Orang Jawa Rendah?

  1. Waaa makasih info-nya.
    Nenek saya orang Jawa yg tinggal di DIY. Saya juga pernah bertanya-tanya mengapa rumah Jawa tradisional punya pintu-pintu masuk dari luar yg rendah. Saya udah lupa jawabannya. Artikel ini mengingatkan saya betapa ukuran pintu benar memiliki nilai moral/makna yg dalam. Inilah salah satu kekayaan arsitektur kita yang sebenarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s