‘Jenang Sumsum’


Sabtu 9 Juni 2012 lalu, Samsudi (salah seorang anggota kami) menikah dengan Anggi Widyaningrum. Selanjutnya pada hari selasa 12 Juni 2012 dilaksanakan resepsi pernikahan di gubug dewi.

Dalam setiap acara hajatan di desa, biasanya tuan rumah membentuk panitia yang terdiri atas keluarga dekat dan tetangga. Panitia ditugasi si empunya acara untuk mempersiapkan segala sesuatu guna melayani tamu sebelum, selama dan sesudah acara berlangsung.

Setelah acara selesai, tidak ada tugas khusus untuk panitia. Meski begitu, kepanitiaan masih berlaku sampai dinyatakan ‘bubar’ dalam bentuk jenang sumsuman (acara makan bersama jenang sumsum yang disiapkan tuan rumah).

Makanan ini berbahan tepung beras yang disiram sirup gula jawa (juruh). Filosofi jenang sumsuman adalah pemulihan tenaga dan pikiran panitia yang telah membantu terselenggaranya acara.

Inti acara jenang sumsuman adalah ucapan terima kasih si empunya acara kepada panitia. Tidak ada kompensasi apapun untuk kelelahan panitia seperti ini, karena pemberian kompensasi di desa merupakan hal yang tidak lazim dilakukan. Bagi warga desa, persaudaraan dan kegotongroyongan merupakan hal yang tak terbeli – apalagi hanya ‘sekedar’ kompensasi. Selamat menempuh hidup baru mas Isam dan mbak Anggi…terima kasih atas jenang sumsumnya…

~!@#$%^&*()_+

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s