Nggabur Doro


The dry season this time, in Kelor there is quite festive event at a time when the afternoon is nggabur doro (fly pigeons). This can only be done on pigeons are paired (templek/affinity). The trick, the male pigeon flown in from somewhere, while the females wait in other places that have been determined. Before the male pigeon flown, both together once at home (a kind of field orientation from straying elsewhere).

Pigeons flown the bird is not expensive. Price per birds only between Rp20 – 100 thousand. Unlike the price of a pigeon in a contest that could reach millions of rupiah.

The event usually starts at 15:30 pm until maghrib. What distinguishes doro nggabur event this time was the arrival of fellow pigeon enthusiasts from neighboring hamlets, namely Ledoknongko, Gadung, Ganggong (in the villages), Garengan (another village), Domban, Bibis (other districts), even from Borobudur (even from other provinces).

When the event takes place, old/young, adult/children, men/women gathered in the field. Among them are some who play ball, no snacks, no child care, the owner of a dove or just a spectator event nggabur doro. At first glance it seems unusual event. However, if observed more closely, it turns out the villagers always have a way to celebrate with a delight… the excitement even more often just a little excitement…

Is there excitement you want to celebrate with us? Please join us, let alone you include a fan pigeons and often nggabur doro.

====================================

Musim kemarau kali ini, di Kelor ada acara yang cukup meriah diwaktu sore yaitu nggabur doro (menerbangkan merpati). Hal ini hanya dapat dilakukan pada burung merpati yang sudah berpasangan (templek/berjodoh). Caranya, merpati jantan diterbangkan dari suatu tempat, sedangkan betina menunggu di tempat lain yang sudah ditentukan. Sebelum merpati jantan diterbangkan, keduanya disatukan dulu di kandang (semacam orientasi lapangan agar tidak tersesat ke tempat lain).

Burung dara yang diterbangkan bukanlah burung yang mahal. Harga per ekor burung hanya berkisar antara Rp20 – 100 ribu. Tidak seperti harga burung dara di suatu kontes yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Acara biasanya dimulai pukul 15.30 WIB sampai menjelang maghrib. Yang membedakan acara nggabur doro kali ini adalah kedatangan sesama penggemar burung dara dari tetangga dusun, yaitu Ledoknongko, Gadung, Ganggong (dalam satu kelurahan),  Garengan (kelurahan lain), Domban, Bibis (kecamatan lain), bahkan dari Borobudur (ini bahkan dari provinsi lain).

Saat acara tersebut berlangsung, tua/muda, dewasa/anak-anak, pria/wanita berkumpul di lapangan. Diantara mereka ada yang bermain bola, ada yang jajan, ada yang mengasuh anak, pemilik burung merpati atau hanya sekedar penonton acara nggabur doro.

Sekilas acara tersebut tampak biasa. Akan tetapi jika diamati lebih teliti, ternyata warga desa selalu punya cara untuk merayakan bersama sebuah kegembiraan… walau kegembiraan tersebut lebih sering hanya merupakan kegembiraan-kegembiraan kecil…

Adakah kegembiraan yang ingin anda rayakan bersama kami? Silakan bergabung dengan kami, apalagi anda termasuk penggemar burung dara dan sering nggabur doro.

~!@#$%^&*()_+

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s