Ternyata… Oh Ternyata…


 

 

 

 

It has been a month since UGM Student stay in our village for community service (KKN). One of their programs is to develop agribusiness for snake fruit. The program is relized in a form of exhibition called “Bangunkerto Expo 2012”. The theme for this expo is “Kita Punya Potensi, Kita Bisa Mandiri”.

Bangunkerto Expo 2012 held a competition for refined product made out of snake fruit and enterpreneurship talkshow. The expo was really exciting, but because our lack of preparation it makes us less confident at first.

That morning impromptu team was immediately formed : Rohaniyah, Sunarti, Isti Marfungah and Siti Marfungah. Our task include : shopping, cooking, and preparation. Even though the event is only held for district level, it still astonished our team because:

  1. It turned out that we can do the preparation in a ahort time period.
  2. It turned out we were the only participant who showcase refined snake fruit in the form of main course. While the other participant showcase refined snake fruit in the form of snack for example: bakpia, caramel, wingko, nastar, etc.
  3. It turned out that the talkshow is more focused on the marketing of refined product.
  4. It turned out that they pronounced that we won the first place.

With that victory our hard work is finally paid off.

==========================================================================

Hampir sebulan ini, di kelurahan kami ada mahasiswa KKN UGM. Salah satu programnya adalah pengembangan agribisnis (salak). Program tersebut diwujudkan dalam sebuah gelaran acara berupa Bangunkerto Expo 2012. Tema yang diangkat adalah ‘Kita Punya Potensi, Kita Bisa Mandiri’.

Terkait dengan salak, Bangunkerto Expo 2012 secara khusus mengadakan lomba produk olahan salak dan talk show kewirausahaan. Sebuah rangkaian acara yang menarik, tapi sempat membuat kami kurang yakin bisa mengikuti lomba. Pasalnya, persiapan hanya dilakukan sejak pagi sampai menjelang siang.
Pagi itu tim dadakan segera dibentuk: Rohaniyah, Sunarti, Isti Marfungah dan Siti Marfungah. Selanjutnya pembagian tugas tim: belanja, mengolah masakan, penyiapan materi pendukung lainnya. Acara yang ‘hanya’ tingkat kelurahan tanggal 5 Agustus 2012 itupun membuat delegasi kami terheran-heran:

  1. Ternyata….. waktu yang singkat tersebut dapat kami manfaatkan untuk melakukan persiapan.
  2. Ternyata….. kami satu-satunya peserta yang menampilkan produk olahan makanan berat untuk langsung disantap (makanan pembuka, nasi – sayur – lauk, kudapan dan minuman). Peserta lain menampilkan makanan ringan olahan salak yang lebih tahan lama, misalnya: bakpia, karamel, wingko, nastar, dll.
  3. Ternyata….. talk show lebih fokus pada ulasan tentang pemasaran produk olahan (di pusat jajan)….. mengikuti talk show tersebut sempat membuat delegasi kami merasa ciut nyali….. ada perasaan produk kami tampil pada waktu dan tempat yang tidak tepat (ibarat salah kostum dalam sebuah acara).
  4. Ternyata….. kami dinyatakan menang dan menjadi juara 1…..
    • untuk sebuah lomba kecil ‘tingkat kelurahan’,
    • untuk kriteria lomba yang tidak kami pahami,
    • untuk rasa olahan yang tidak dicoba sebelumnya (karena bulan puasa)…

Dengan kemenangan tersebut, rasa lelah terbayar sudah….. lomba yang ‘hanya’ tingkat kelurahan itupun tak merisaukan kami. Di rumah, kami tetap merayakan kemenangan bersama anak-anak….. Tiba saatnya berbuka puasa, ternyata masakan kami memang enaaak…. ternyata Tuhan merahasiakan sesuatu melalui proses deg-degan sebelum – selama – maupun sesudah lomba…..

~!@#$%^&*()_+

Advertisements

One thought on “Ternyata… Oh Ternyata…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s