Pager Piring


IMG_5529er

The main function of the fence is to secure the precious things. As a safety device, the fence should have the power to secure the contents inside. There are kinds of fence, iron fence is considered as the strong ones. But for the rural communities, the strength of iron fence is still less powerful than the strength of “pagar piring –plate fence”. Villagers familiar to sanepo (proverb) ‘pager piring luwih kuat tinimbang pager wesi’ (plate fence is stronger than the iron fence). As a proverb, we can’t take it literally. It is impossible for a plate to be stronger than an iron. That proverb means that we have to share our food to our neighbor. Thus, our neighbor will feel involved, just like family and also help us to secure our precious things.

Inspired with that sanepo, on Saturday July 27 2013, Dewi Kadjar share Lebaran gift 1434 H for all villagers. Not only to celebrate Eid Mubarak 1434 H, the activity was held to keep the spirit of Kelor’s villagers as one. Did we already do “pager piring” philosophy in our life?

==========================================================================

Fungsi utama pagar adalah sebagai alat untuk mengamankan ‘harta’. Sebagai alat pengaman, pagar harus memiliki kekuatan untuk mengamankan isi di dalamnya. Ada bermacam pagar yang dipandang cukup kuat, salah satunya adalah pagar besi. Akan tetapi bagi masyarakat desa, kekuatan pagar besi ternyata masih kalah kuat dibandingkan dengan pagar piring.

Masyarakat desa mengenal sanepo (pepatah) ‘pager piring luwih kuat tinimbang pager wesi’ (pagar piring lebih kuat daripada pagar besi). Namanya juga pepatah, tentu tak dapat diartikan secara harfiah – mana mungkin piring akan kuat dijadikan pagar? Sanepo tersebut bermakna sebagai berbagi makanan yang dimiliki sebuah keluarga kepada tetangganya. Dengan demikian, tetangga akan merasa ikut memiliki ‘harta’ keluarga pemberi dan ikut mengamankannya.

Mengaplikasikan sanepo tersebut, Sabtu 27 Juli 2013 Dewi Kadjar membagikan bingkisan lebaran 1434 H. kepada seluruh warga. Selain untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1434 H., bingkisan tersebut merupakan media untuk mempertahankan rasa persatuan sesama warga Kelor. Sudahkah kita membuat pager piring? Atau justru kita memagari ‘harta’ kita dengan pagar besi?

 ~!@#$%^&*()_+

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s