Talk Less, Do More


IMG_5985cr

Learning isn’t something that we do in school only. We can learn anywhere and anytime—from every activities that we do everyday. Whether we realize it or not, any recurring activity will give us a lesson to do it more efficiently.

But, to do something efficiently is different in group activity. In group, someone’s desire to do something efficiently might be counter-productive with the other members’ of the group.

In a group, every person will have their own role. This role can be decided by a means of assignment, or based on each person awareness. So, when the members of the group already busy with their own role and there is someone who still asking about their role, the other members might be angry and the productivity of the group will be disturbed.

In our village, the housewives who work in the public kitchen were facing this problem. So, to keep the productivity of each person, an information board is used. By using the information board, every person will know their position and can do their role without asking. In turn, the group will have an improvement in doing their activities. This is the real example of “talk less, do more”.

==========================Sedikit Bicara, Banyak Kerja=========================

Belajar tak melulu hanya dilakukan di sekolah. Kita bisa belajar di manapun, kapanpun – tak terkecuali dari rutinitas yang dilakukan. Sadar atau tidak, aktivitas berulang akan memberikan pelajaran bagi pelakunya untuk bertindak secara efisien.

Hal itu agak berbeda dengan aktivitas yang dilakukan secara berkelompok. Keinginan untuk bertindak secara efisien bagi seseorang bisa jadi kontra produktif bagi anggota kelompok yang lain.


Dalam sebuah kelompok, setiap orang akan berbagi peran. Pembagian peran bisa saja dilakukan dengan penugasan, bisa pula dilakukan dengan kesadaran. Ketika setiap anggota telah sibuk dengan peran masing-masing dan masih ada yang mempertanyakan perannya, hal ini dapat mempengaruhi emosi anggota lain dan berpotensi mengganggu produktivitas.

Adalah kelompok ibu-ibu di dapur umum kami merasakan hal ini. Maka disepakatilah produktivitas setiap orang dijaga dengan menggunakan papan informasi. Dengan papan informasi tersebut, setiap orang yang terlibat akan menempatkan diri masing-masing dan melakukan perannya tanpa banyak bertanya. Kemajuan aktivitas kelompok akan ditandai sesuai kesepakatan. Ini merupakan bentuk nyata dari pepatah sedikit bicara, banyak kerja.

~!@#$%^&*()_+

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s