Mbopong Kambil (Menggendong Kelapa)


IMG_8545eWarga Kelor ini berprofesi sebagai petani, namanya mbah Sis Ngadimin. Keuletannya bertani tak diragukan karena sejak masih muda hanya itulah pekerjaan yang ditekuninya. Sebegitu uletnya ia bertani sampai-sampai benih tanaman yang hendak ditanamnya diperlakukan seperti anak sendiri.

Suatu ketika ia akan menanam benih kelapa. Buah kelapa yang akan dijadikan benih ia petik dari pohon dan diturunkan secara hati-hati (tidak dijatuhkan). Sampai bawah ia bawa pulang dengan cara dibopong (bahasa jawa: gendong di depan). Setelah tunas, ia bawa ke tempat penanaman dengan cara yang sama. Setelah lubang galian siap, ia letakkan benih kelapa secara hati-hati lalu ditimbun tanah. Ia bertutur bahwa perlakuan kita terhadap tanaman, pada saatnya nanti akan kembali kepada kita (penanamnya).

Omongannya bukan bualan belaka, pohon-pohon kelapa miliknya memang berbuah lebat dan besar-besar. Tanpa disadarinya, ia telah menjiwai kata-kata Soekarno ‘siapa menabur angin, ia akan menuai badai’.

~!@#$%^&*()_+

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s