Kita Bersaudara


Pagi ini, kampoeng kami mendapat berita duka dari dusun sebelah. Di desa, sudah menjadi hal biasa ketika ada berita duka diumumkan di beberapa dusun dalam satu kelurahan.

Dan kamipun mengumumkannya di masjid. Tak hanya berita duka, masjid kami juga menjadi media pengumuman untuk aktivitas kampoeng seperti gotong royong dll.

Yang berbeda, informasi berita duka tersebut datang dari saudara kami yang beragama katolik. Oleh karena yang mengumumkan adalah seorang muslim, di masjid berita duka tersebut disampaikan dengan kalimat pembuka ‘Innalillaahi wa inna ilaihi roji’un, telah berpulang ke rumah bapa di surga’.

Tak ada masalah buat kami dengan informasi tersebut. Pada bulan puasa, kampoeng kami juga telah terbiasa dengan tamu dari komunitas gereja. Jadi pada saat bersamaan, kampoeng kami ada aktivitas keagamaan dari pemeluk yang berbeda. Saling menghormati tak hanya slogan, kami telah melakukannya. Bukankah kita semua bersaudara?

RIP: Bapak Subarjo. Gadung, Bangunkerto, Turi, Sleman.

~!@#$%^&*()_+myepigram

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s