Sayur Lodeh 7 Rupa


20200323_064036

Sayur lodeh ditandai dengan adanya kuah santan. Adapun sayur lodeh 7 rupa karena bahan baku sayur tersebut ada tujuh: Kluwih, Cang Gleyor (kacang panjang), Terong, Waluh (labu), Kulit Mlinjo (kulit melinjo), Godong So (daun melinjo), dan Tempe. Hal ini merupakan produk budaya.

Budaya merupakan hasil karya cipta dan rasa dari masyarakat. Orang Jogja (Jawa) memiliki budaya bahwa wewarah (pengetahuan) selalu disampaikan melalui simbol. Simbol-simbol wewarah disampaikan melalui berbagai bentuk: pakaian, makanan, tradisi, tata upacara adat dll.

Bagi orang Jogja (Jawa), sayur lodeh 7 rupa memiliki makna simbolis:

  1. Kluwih : kluwargo luwihono (perhatian lebih pada keluarga).
  2. Cang gleyor : cancangen awakmu (tahan dirimu untuk tidak bepergian).
  3. Terong : terusno olehe manembah Gusti (teruslah mengingat Tuhan).
  4. Waluh : uwalono ngeluh gersulo (hilangkan keluh kesah).
  5. Kulit melinjo : ojo mung ngerti njobone ning kudu reti njerone (jangan hanya tau lurnya tapi juga paham makna (bencana).
  6. Godong so : golong gilig donga kumpul wong sholeh sugeh kaweruh (gotong royong berdoa bersama orang saleh, banyak ilmu agama/bencana).
  7. Tempe : temenana nyuwun pitulungane Gusti Allah (bersungguh-sungguh meminta pertolongan Tuhan).

Dan, hari Minggu 22 Maret kemarin kami mendapati sayur tersebut saat gotong royong melakukan disinfektasi lingkungan. Akan sangat mengejutkan jika kemudian ada yang menghubungkan kearifan lokal tersebut dengan suatu keyakinan di luar lingkungannya.

~!@#$%^&*()_+myepigram


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s