Arah Angin vs Arah Kapal


Pelaksanaan ‘stanplat pit’ hari minggu ketiga (9 Agustus 2020) kembali ramai. Minggu kedua yang lalu sempat sepi. Bisa jadi karena masih dalam suasana hari raya idul adha. Bisa jadi pula karena adanya peningkatan kasus covid 19 atau karena hal lain. Anggaplah itu sebagai masalah yang harus kami lalui.

Ya, masalah kami organisasi Desa Wisata Sejarah Kelor. Ceritanya stanplat pit diplot sebagai media bagi warga menjual olahan makanan. Sasaran stanplat pit adalah goweser yang saat ini sedang jadi trend. Menu pokok dan seluruh biaya bersama diselesaikan organisasi sedangkan jajanan lain disediakan oleh warga. Ada sekitar duapuluhan ibu-ibu dengan empatpuluhan variasi olahan makanan.

Dibalik masalah (organisasi) tersebut ternyata ibu-ibu punya solusi individu. Ibarat patah tumbuh hilang berganti, olahan makanan yang disajikan dapat berubah setiap minggunya. Dan, yang hilang adalah olahan makanan yang kurang diminati goweser. Tak serta merta olahan makanan yang kami sajikan adalah produk pasaran. Pembedanya adalah produk olahan tersebut merupakan kreasi warga setempat dengan cita rasa lokal. Soal harga berani bersaing karena langsung dari tangan pertama.

Pengalaman memang mengajarkan banyak hal dan, keberanian melangkah pertama membuka peluang untuk langkah-langkah berikutnya. Benar kata pepatah ‘Kita tak dapat mengubah arah angin, akan tetapi kita dapat menentukan arah kapal’.

~!@#$%^&*()_+myepigram


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s