Senin 29 Agustus 2011 dini hari, seorang warga kami membangunkan warga dusun dari rumah ke rumah untuk menyampaikan berita duka. Dikabarkan bahwa pak Mantan telah dipanggil Yang Maha Kuasa dalam usia 75 tahun. Pak Mantan bukanlah nama melainkan sebutan untuk bapak Dirjo Harjono. Di kampung, penggunaan sebutan profesi atau jabatan (seperti pak guru, pak lurah dll.) masih lazim digunakan daripada menyebut nama.
Ceritanya, dulu sebutan untuk pemimpin kampung adalah dukuh. Pada masa orde baru disebut dengan kepala dusun (Kadus). Sekarang diganti lagi dengan sebutan dukuh. Kedua pimpinan kampung kami (lama dan baru) mengalami penggunaan kedua sebutan tersebut. Untuk membedakan keduanya, kami menyebut pejabat lama dengan pak mantan, sedangkan sebutan untuk pejabat baru adalah pak dukuh.
Kami tak tahu apa perbedaan prinsip antara sebutan dukuh dan kepala dusun. Yang kami tahu negeri ini sok sibuk mengurus hal-hal yang tidak prinsip. Dan kejadian tadi malam, mengingatkan kami pada sikap teladan pak mantan semasa menjadi dukuh.
Masa-masa awal kepemimpinan pak mantan, alat komunikasi belum secanggih sekarang. Dulu setiap akan gotong royong kampung, pak mantan menghampiri warganya dari rumah ke rumah. Sampai pertengahan masa pengabdian (beliau mengabdi selama 27 tahun), alat komunikasi yang berkembang di kampung adalah pengeras suara – yang hanya ada di masjid. Konon alat tersebut dapat terpasang di masjid-masjid juga dengan pendekatan politis antara penguasa – pengusaha, dan pemuka masyarakat.
Jika mau, sebenarnya ajakan gotong royong dapat diumumkan di masjid – jauh lebih efektif dan efisien. Akan tetapi pak mantan tidak melakukannya, ia tetap memilih mengajak warganya dari rumah ke rumah. Tidak efisien memang, tapi alasan beliau adalah: cara yang dipilih membuat dirinya lebih dekat dengan warga. Dan ternyata, cara yang dipilih almarhum terbukti meningkatkan partisipasi warga dalam bergotong royong. Rupa-rupanya, ‘waktu kepulangan’ pak mantan telah dipilihNya untuk mengingatkan kami pada keteladanan yang beliau tinggalkan. Selamat jalan pak mantan, terima kasih atas pelajaran berhargamu…
~!@#$%^&*()_+